Laman

Saturday, April 28, 2018

Mabuk Laut Kemudian Snorkeling di Friwen Wall Raja Ampat

Akhirnya nulis lagi tentang serunya perjalanan di Raja Ampat akhir bulan lalu. Iya latepost banget, kalau lagi asyik liat-lihat foto malah jadi gagal move on dan bingung mau upload yang mana dan cerita mulai dari mana, Jadi, ini saya coba saya bercerita perjalanan mulai hari pertama ya, cekidot

tim BGES persiapan berlayar ke resort
Hari Pertama- Welcome Raja Ampat
Perjalanan dimulai sejak pukul 23:30 WIB menuju meeting point yaitu dikantor kediri. Dengan menyewa bus Sabiya Holiday, kami berangkat menuju bandara Juanda. Iya, bus langganan, karena punya pak suami dan merajuk minta diskon, selalu begini wakaka. Terima kasih banyak Sabiya Holiday, semoga berkah, aamiin.

in frame: Sabiya Holiday hehehehe, pesan sponsor dulu


Pukul 00:20 WIB rombongan berangkat menuju Terminal 1 Juanda setelah drama menghubungi 1 personil yaitu mas Eko yang saat ditelpon selalu RNA (Ringing Not Answer). Bus dengan kapasitas 33seat + 1 ini terasa nyaman dan longgar untuk kami ber-17 hihihi, tak lupa diiringi lagu dangdut favorit mbak Nayli Zulfa yang duduk nya selalu paling depan.

Perjalanan Surabaya-Sorong (Udara)

Pukul 03:20 WIB kami sampai di bandara Juanda untuk check in (sebelumnya sudah via web sih), memasukkan bagasi dan bersiap untuk penerbangan selama 3 jam, direct flight dari Surabaya menuju Sorong Papua. Kami memilih direct flight menggunakan Batik Air, tiket pesawat kami dapatkan seharga Rp2,4jutaan untuk roundtrip ticket.
Pengalaman didalam pesawat ini B aja, agak kecewa karena fasilitas in-flight entertainment tidak ada. Alhasil sepanjang jalan diisi dengan tidur, bangun makan saat pramugari lewat membawa makanan kemudian tidur lagi. Menu makanan di Batik Air ini juga B aja.

3 jam 15 menit berlalu, lumayan kerasa lama, berangkat pukul 05:00 WIB, kami mendaratkan kaki di Papua, unbelieveable banget sih saya bisa sampai sini, ini pada pukul 10:15 WIT. Oke, zona waktu sudah berubah ya.

Pemandangan pagi hari selama diatas langit dari Surabaya menuju Sorong Papua

Perjalanan Sorong-Waiwo Dive Resort (Laut)

Setiba di Bandara Dominique Edward Osok Sorong Papua, kami dijemput oleh tour guide kami yang macho abis, kak Tirta dari Tripooke, kemudian menuju pelabuhan perikanan Sorong. Dengan menggunakan transportasi laut speedboat kami berlayar selama 2 jam menuju Pulau Waigeo. Kalau tidak terbayang itu dimana, kira-kira begini, Sorong itu letaknya di kepala burung Pulau Papua. Nah pulau Waigeo terletak sebelah barat laut dari kepala burung ini. Pulau Waigeo adalah salah satu dari King Four atau salah satu dari Raja-Raja (Pulau besar) yang ada di Raja Ampat selain Pulau Misool, Batanta dan Salawati. Selama disini alat satu-satunya transportasi yang kami gunakan adalah speedboat, tidak ada pilihan lain. Konsekuensinya cost perjalanan akan sedikit lebih mahal dibanding wisata yang dapat dijangkau oleh jalur darat.

Baca juga review tentang resort ini: Kamar dengan Sea View di Waiwo Dive Resort Raja Ampat Bikin Betah

Tiba di Waiwo Dive Resort

Sekitar pukul 13:00 WIT kami makan siang dan check-in disini sebelum melanjutkan perjalanan untuk snorkeling di Friwen Wall. Detail review tentang resort ini akan saya tulis di postingan ini.
Sebagai bocoran di report inilah pak presiden kita saat ini sempat menginap, sumber dari detikcom.

Snorkeling di Friwen Wall

Menempuh jarak kurang dari 1 jam dari Waiwo Dive Resort menuju lokasi ini ternyata tidak membuat perut saya aman. Mabuk laut melanda sampai harus mengeluarkan seluruh makan siang yang tadi sempat dimakan, Ya Allah rasanya ga enak, yang pernah muntah karena mabuk pasti bisa membayangkan *eh. Alhamdulillah ini menjadi mabuk laut pertama dan terakhir sepanjang perjalanan ini. Mabuk laut tak usah diratapi, melihat rombongan terjun snorkeling apalah saya yang tergoda, and,, let's snorkel. Kemudian saya menjadi super excited karena nyata melihat nemo dan bapaknya nemo berada dirumah nemo dan rombongan ikan-ikan warna-warni yang lain, ada biru electric, hijau stabilo, orange stabilo dan banyak yang lain, masyaAllah, masyaAllah Seketika rasa tidak enak akibat mabuk darat lenyap hehehe.

Sedikit tips saat snorkeling untuk bermata sensitif seperti saya adalah bring your own swimming goggles. Karena saya sudah pengalaman beberapa kali snorkeling dilaut, kacamata atau snorkeling mask-nya selalu tidak kedap air, jadi bocor gitu. Saat air masuk, sangat mengganggu aktifitas snorkeling bagi saya yang bermata sensitif, pedes-an gitu lah matanya, ga kuat melek di air, bahkan di air biasa. Jadilah bawa kacamata renang punya saya sendiri, tinggal pinjam selang nafas-nya, kalau tidak begini pasti banyakan merem dari pada meleknya saat snorkeling wahaha.

Karena sudah agak gelap perjalan hari pertama berakhir disini sebelum kembali ke resort. Keseruan hari kedua yang merupakan klimaks dari trip ke Raja Ampat saya tuliskan disini.

girang amat yang abis mabuk laut ya wahaha
 

Happy banget klo bisa snorkeling dengan nyaman, kacamatanya ^^

ibu-ibu senior kami, bu Erna dan bu Yayuk

tim BGES at Friwen Wall Raja Ampat

pak Badar, Rindi dan mbak Naili
(drone view) FriwenWall
tim BGES at FriwenWall

Tuesday, April 17, 2018

Kamar dengan Sea View di Waiwo Dive Resort Raja Ampat Bikin Betah




Eat, beach, sleep, repeat



here... in Waiwo Dive Resort,, ciee pas banget kan ya, maen ke pantai, tidur, makan, ulangi lagi sampai 3 malam. Ya, kami stay di resort yang nyaman ini untuk 4 hari 3 malam selama trip di Raja Ampat.

at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat


Resort ini terdapat di pulau Waisai Raja Ampat, perjalanan 2 jam dari pelabuhan perikanan Sorong via boat. Kata "Dive" pada nama resort ini menunjukkan bahwa disini juga terdapat fasilitas yang bisa membawa kita menyelam.

Beruntung kami dapat menginap disini karena resortnya cantik, tenang, kebetulan kamar saya berada didepan laut (sea view room). Gosipnya dikamar saya ini, kamar Manta 2 Waiwo Dive Resort, pernah menginap pula presiden kita, asli, boleh digoogling kalau ga percaya wakaka ga penting.

Baca Juga: Persiapan 3 Hal ini sebelum ke Raja Ampat, Salah Satunya Budget

Malam hari saat suasana mulai sepi dan para penghuni kamar beranjak ke kamar masing-masing, saya sangat menikmati suara debur ombak, seakan-akan berada didepan pintu kamar saya, calming. 


Santaaai,, kayak dipantaai... at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Sea View at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Di dermaga kami disugihi pemandangan yang amat cantik, melihat lautan luas bertemu dengan langit. Lautan dengan beragam ikan-ikan cantik beraneka warna yang bisa tampak jelas wara-wiri dibawah dek dermaga. 
Pagi hari pertama kami agak kesiangan sehingga saat kami pergi ke dermaga matahari sudah muncul. Hari selanjutnya saya sudah siap sejak pagi namun cuaca mendung jadilah tidak mendapat sunrise, begitupun hari berikutnya sampai kami pulang, cuaca pagi hari didominasi mendung bahkan hujan.

Sunrise at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat
Sunrise at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat
Saya pikir fasilitas akan minim ternyata disini bisa dibilang pelayanan dan fasilitasnya standar seperti hotel pada umumnya. Yang pasti airnya tawar walaupun dekat dengan laut, ini penting, karena sebelumnya ada yang bercerita juga kalau menginap ditempat yang tidak memiliki air tawar, jadi hanya air asin, jadinya besoknya harus ribet cari penginapan baru.

Kamar saya sendiri, manta 2, cukup luas. Ada AC, air hangat, teko pemanas air, teh, kopi, air mineral botol, 2 buah kasur dg ukuran agak lebih besar dari kasur single, lengkap dengan kelambu.
Kamar Resort Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Menu makan cukup beragam, seperti layaknya hotel pada umumnya. Sarapan ada roti, egg station, sereal coco crunch, susu, nasi putih, nasi goreng, mie goreng, sosis, pancake, sayur dan lauk pendamping juga buah-buahan. Untuk makan malam sajian diawali dengan camilan yang siap didekat restoran biasanya pisang goreng atau ubi goreng, ditemani teh dan kopi. Kemudian dilanjut makan besar menu nasi dan lauk pauk, seringnya menu ikan. Di malam ketiga atau malam terakhir, kami diberikan sajian ikaamn bakar yang beeesaaar, alhasil tidak bisa dihabiskan.
Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Restoran [egg station] Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Sarapan at Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Special Treatment Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Special Treatment Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat
Suasana malam Restoran Waiwo Dive Resort - Raja Ampat
Rate bisa dilihat sendiri di OTA sekitar 2-3 jutaan permalam, bisa di cek di OTA

Puas banget sih menginap disini, mungkin kalau ke Raja Ampat lagi akan memilih di resort ini. Tapi kalau ke Raja Ampat lagi pengennya bisa explore Pulau Misool, dan pastinya menginapnya disekitaran Misool hehe
 

Dive Center at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat

Resepsionis/ lobi? Waiwo Dive Resort - Raja Ampat


narsis satu lagi wakakka at Waiwo Dive Resort - Raja Ampat


Special addition or edition, video saat di Waiwo Dive Resort, yeeyy. Jangan lupa subscribe, like dan komen ya hehe, terima kasih

Friday, April 13, 2018

Siapkan Ini Sebelum Ke Raja Ampat

View From Puncak Wayag (c) bulansujud.com


Mau kemana? Raja Ampat!


Seperti itulah sepenggal kata-kata yang muncul di salah satu iklan televisi OTA (Online Travel Agent) Indonesia, ada juga beberapa seri iklan yang lain, simple tapi cukup membuat terngiang-ngiang di pikiran. Apa yang ada dipikiran kita saat mendengar kata Raja Ampat? Beberapa kata yang sering muncul adalah Papua, jauh, wishlist, wisata, laut, pemandangan, indah, wonderful, beautiful, mahal, mendaki dst.

Alhamdulillah akhir bulan Maret 2018 saya berkesempatan menjejakkan kaki di Pulau Papua bersama kolega, rekan-rekan dikantor yang berhasil saya komporin untuk memilih wisata kesini, masih Indonesia. Why Raja Ampat? Siapa sih yang ga tau Raja Ampat, terkenal seantero Indonesia dan seluruh dunia ga lebay. Sudah diakui bahwa disini sebagai salah satu tujuan wisata laut yang kaya akan biota laut. Dan kepulauan Raja Ampat ini adalah salah satu aset Indonesia yang bisa dibilang wajib dikunjungi. 


Siapin Budget

"Wih liburan mahal nih!" seorang teman bilang begitu, dan banyak lagi lainnya yang bertanya tentang budget liburan ke Raja Ampat. Semacam penasaran yang timbul dari keinginan untuk bisa juga menginjakkan kaki di destinasi wisata yang terkenal di sejagat raya ini karena keanekaragaman hayati bawah lautnya. Sebetulnya apa sih yang bikin mahal?

Pertama tiket pesawat, berbeda dengan tiket pesawat untuk destinasi wisata luar negeri yang sering sekali ada promo dengan cuma beberapa ribu rupiah bisa dapat tiket PP bahkan sampai nol rupiah, ke Sorong Papua harga tiket cenderung stabil. Untuk rute Surabaya-Sorong beberapa maskapai yang melayani adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Batik Air demgan pilihan direct ataupun transit. Kami memilih perjalan menggunakan Batik Air direct flight dengan jadwal berangkat pukul 05:00 WIB tiba diSorong pukul 10:15 WIT. Untuk tiket pesawat Surabaya-Sorong kami mendapat harga 2,4 jutaan Rupiah untuk tiket PP.

View From Puncak Piaynemo (c) bulansujud.com


Oh iya gerbang menuju Raja Ampat adalah dari Sorong Papua. Kebayang ga Sorong itu di Papua sebelah mana? Ingat-ingat pelajaran geografi sekalian intip google maps terlihat Sorong itu ada di kepala pulau Papua, jadi termasuk bagian Papua Barat. Raja Ampat sendiri terletak di arah barat laut dari Sorong. Perjalanan dari Sorong menuju Raja Ampat dapat dilakukan via udara ataupun laut. Ini menjadi alasan kedua kenapa destinasi ini mahal, keterbatasan pilihan transportasi. Saya sendiri memilih jalur laut, untuk jalur udara infonya ada maskapai Susi Air yang menyediakan. Namun untuk perjalanan antar pulau ataupun berkeliling wisata Raja Ampat menggunakan jalur laut. Kalau jalan-jalan didarat kita bisa sewa mobil tapi disini harus sewa boat, kebayang kalau perjalanan cuma 2 orang pasti akan menjadi sangat mahal biaya yang ditanggung. Tapi ga usah khawatir karena beberapa tour travel menyediakan opentrip ke tujuan ini. Jadi kita bisa share trip bersama orang -orang lain sehingga akan lebih menghemat biaya. Selain opentrip tersedia juga privat trip, biasanya untuk perjalanan group dalam jumlah 15 orang atau lebih banyak. Karena kami berangkat ber-17 maka sudah bisa memilih perjalanan privat trip, satu boat hanya untuk grup kami.
Iseng saya googling harga sewa boat, sehari untuk tujuan wisata ke Wayag misalnya, berkisar antara 15 s/d 25 juta, lumayan bikin kaget ya hehehe

Ketiga, pemilihan penginapan selama kita disana. Mulai dari homestay, resort dan hotel ada disini, pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget pastinya. Kami sendiri sepakat saja diberikan penawaran ada penawaran upgrade penginapan, jadilah kami menginap di Waiwo Dive Resort selama di Raja Ampat, review di postingan lain ya.

Pilih Tour Travel Terpercaya

Untuk jadwal rencana perjalanan selama disini atau itinerary selama di Raja Ampat kami tidak perlu pusing-pusing karena sudah diatur oleh Tripooke yang kami pilih sebagai tour travel kami. 4D3N kami habiskan di Papua dengan itin seperti foto dibawah ini. Oh iya, pemilihan tour travel ini dipelopori oleh teman-teman di kantor yang gigih dan jeli mencari tour travel tepercaya hanya dengan bantuan internet.



Untuk paket 4D3N diatas kami membayar sebesar 6,3 jutaan rupiah per pax. Beberapa pilihan paket dari beberapa tour dan travel bisa kita pilih sesuai dengan budget juga kebutuhan kita. 

Persiapan Fisik

Fisik juga penting untuk kita siapkan karena beberapa medan yang akan ditempuh perlu sedikit perjuangan. Sebut saja di Wajag, kita harus mendaki karang agak terjal hingga naik tangga di Piaynemo yang cukup membuat nafas tersengal. Olahraga sebelum perjalanan ke Raja Ampat cukup penting dan layak dipertimbangkan untuk dilakukan.

Persiapkan juga obat-obatan pribadi, selama disini saya menghabiskan 1 bungkus salonpas yang saya pakai sebelum tidur setelah berkegiatan, padahal masih pakak hot n cre*m juga, komplit deh. Yang mabuk laut juga bisa disiapkan obat anti mabuk. Walaupun penuh perjuangan tapi bahagia bisa sampai disini.

Cukup sekian dulu cerita persiapan ke Raja Ampat. Untuk cerita dari hari-1 sampai pulang saya tulis di posting berikutnya ya, semoga tidak terlalu lama bisa dipost juga.


Sunday, March 25, 2018

DIY Celemek Dapur Menggunakan Kain Ripstop

Masih tentang bikin-bikin DIY bersama kain ripstop. Karena waktu beli kain untuk karpet kemaren dikasih bonus sama penjualnya jadilah kepikiran buat bikin apron buat didapur. Pernah bikin yang serupa dari kain katun tapi ga efektif, cepet kotor karena kotoran nempel. Mudah-mudahan dengan bahan dasar kain ripstop yang tidak mudah menyerap air anti air ini jadi bisa lebih awet bersihnya karena gampang dibersihkan, tinggal di lap aja gitu. Efektif dipakai untuk mencuci piring, supaya cipratan air tidak membasahi baju.

Oh iya perkenalan dengan kain ripstop bisa banget dibaca selengkapnya disini ya
http://www.bulansujud.com/2018/03/diy-karpet-untuk-si-alergi-debu.html

DIY Celemek Dapur / Apron Dapur / Kitchen Apron
 

Alat dan Bahan

DIY apron dapur atau kitchen apron menggunakan kain ripstop, yang perlu kita siapkan adalah bahan-bahan berikut:
  1. Kain Ripstop, saya menggunakan kain perca selebar 40 x 110 cm
  2. Kain perca untuk tali, karena kain ripstop saya terbatas saya menggunakan kain katun untuk tali dengan lebar jadi kurang lebih 2 x 150 cm. ini didapat dari menjahit kain perca, disatukan menjadi pita panjang (A dan B)
  3. Gunting kain
  4. Mesin jahit
  5. Meteran
  6. Benang jahit dengan warna senada

Ilustrasi bahan

Cara Membuat

  1. Untuk memudahkan saya menggunting kain ripstop menjadi 2 bagian sama panjang yakni 40 x 55 cm (C1 dan C2). Dapat dilihat pada gambar ilustrasi pola.
  2. Pita yang terbuat dari kain perca saya potong menjadi 2 bagian:
    - 2 x 60 cm (A)
    - 2 x 90 cm (B)
    - duh ini dibikin perbandingan ala-ala kok gini ya hehe
  3. Jahit bagian C1, C2 juga B pada 1 bagian. Kemudian disusul dengan bagian A sebagai tali leher. Ukuran bisa dikira-kira aja, karena saya pengennya saat menggunakan cukup simple jadi tali leher saya jahit mati.
  4. Kedian sesuaikan bagian C1 mengikuti bentuk tubuh. Potong bagian leher secukupnya, juga bagian badan sebagaimana ilustrasi 
  5.  Celemek Dapur / Apron Dapur / Kitchen Apron sudah jadi dan dapat digunakan.

    Mudah, cepat juga bermanfaat, buat saya hehehehe
     
Tips MenjahitKarena pada bagian bawah kain ini terdapat karet, untuk menjahit dengan mesin saya menggunakan jenis jahitan biasa namun dengan langkah jahitan saya besarkan, direnggangkan supaya tidak merusak kain.

Nah, cukup sekian dulu DIY bikin=bikin kali ini, semoga bermanfaat untuk para pembaca blog saya.




ilustrasi pola
Pola dan cara menjahit


Kitchen apron wannabe
Tara,,, celemek dapur sudah jadi
Tuesday, March 20, 2018

DIY Karpet Untuk Si Alergi Debu

Huhuy,, akhirnya posting tentang DIY atau bikin-bikin lagi ini. Duh ya dasar yang ga bisa istiqomah, susah banget ya mau nulis, padahal dipikiran sudah banyak draft "seolah-olah" tapi kemudian cuma hilang begitu saja, sayang sekali ya.

Nah kali ini saya mau share tentang DIY rug/ karpet. Ah sebetulnya bukan karpet sih. Jadi gini ceritanya, suami saya itu paling anti sama karpet yang bahannya bisa menyerap debu karena alergi debu. Jadi dirumah ga punya karpet dong? Punya, tapi digelar kalau ada tamu aja, abis itu suami pasti udah buru-buru beberes karpet, lebih suka gegoleran dilantai gitu sih dia, tapi saya ga suka #problem. Sebagai solusi penengah untuk 2 insan manusia yang telah bersatu ini dipakai-lah "perlak" alias alas lantai yang kami yakini tidak menyerap debu-debu. Iya, perlak banget yang Rp75.000 itu dan sudah kikis pula sekarang. 

Alih-alih beli karpet perlak baru, saya malah bersemangat untuk bikin-bikin karpet sendiri setelah melihat beberapa postingan tentang DIY canvas rug. Mulailah saya berselancar di shoppe, instagram daaaaan market place lain untuk mencari kain kanvas yang motifnya cucok. Banyak banget pilihan motif kain kanvas tapi yang sreg dihati yang Rp150.000/meter yang ada di instagram @kainmami yang pada akhirnya tidak juga di eksekusi karena sayang uangnya wakakaka.

Pencarian kain kanvas tetap berlangsung dan akhirnya saya eksekusi via shoppe kain kanvas 2,5 meter dengan motif yang lumayan "kalem". Namun kemudian saya tersadar kalau kain kanvas juga berpotensi untuk menyerap debu, doh gimana ini. Akhirnya saya cari-cari kain yang tidak berpotensi menyerap debu, dan pilihan jatuh kepada kain ripstop. Apa itu kain ripstop? beberapa juga menyebut kain ripstok.

Kain Ripstop

Secara fisik kain ripstop ini terlihat memiliki serat kotak-kotak, agak mirip parasut dan lebih populer untuk dipakai sebagai tenda atau seragam prajurit. Motif yang populer adalah motif tentara atau doreng, loreng, ah itulah. Karakteristik lain dari kain ripstop ini adalah tidak tembus air karena dibagian bawah terdapat lapisan semacam karet tipis yang mencegah air menembus. Detail zoom ke kain bisa cek di video youtube bikinan saya dibawah ini.

 

Dengan kegigihan alaaa emak-emak akhirnya saya menemukan penjual kain ripstop dengan motif yang cukup lucu, eksekusi via shopee. Harga hanya Rp16.000 per setengah meter atau Rp32.000,- per meter dan pastinya free ongkir, ah bahagianya aku.

Alat dan Bahan

DIY Kanvas Rus "wannabe" atau tepatnya DIY Perlak Ripstop mungkin ya, kita siapkan dulu bahan-bahan berikut:
  1. Perlak usang sebagai lapisan utama, saya gunakan perlak yang sudah lama menemani saya tapi sayang dibuang inih hehe.
  2. Kain Ripstop dengan ukuran disesuaikan dengan perlak/ karpet yang akan dilapisi
  3. Lem Fox, saya beli yang kaleng kecil seharga Rp17.500,-
  4. Gunting kain
  5. Meteran
    Alat dan Bahan

    Lem Fox



    Bahan perlak usang yang sudah ngelupas-ngelupas

    Bahan Kain RIPSTOP

Cara Membuat

  1. Untuk memudahkan saya meletakkan bagian kain yg bagus dilantai, ditumpuk dengan bagian perlak yang bagus.
  2. Kemudian gunting sisa kain sesuai dengan kebutuhan. Pinggiran kain saya berikan sisa sebesar kurang lebih 10 cm. Sisa kain ini nantinya direkatkan ke bagian bawah perlak
  3. Lem sekeliling/ seluruh bagian kain sisa ke karpet/ perlak lama. Perhatikan instruksi cara pengeleman ya, untuk masing-masing lem biasanya berbeda.
  4. Jika sudah dipastikan semua sisi sudah di lem dengan baik, karpet baru siap dibalikdan digunakan
    step 1

Step 3
Step 4
Dimanfaatkan dengan baik :)

Nah, karpet ala-ala perlak sudah jadi dan siap digunakan dengan sebaik-baiknya. Ini bisa jadi solusi untuk si alergi debu, selain itu juga tidak mudah kotor serta mudah dibersihkan. So, tertarik-kah untuk menggunakan kembali (re-use) perlak lama menjadi baru supaya termanfaatkan kembali?








Monday, February 26, 2018

Kompor Gas Tanam Winn Gas W-888 Yang Cantik Namun Terjangkau

Agenda besar tahun 2017 lalu untuk keluarga saya adalah HIJRAH, literally hijrah, pindah tempat dari Surabaya ke Kediri for a better life, inshaAllah. Alasan pindah dll saya memilih untuk keep it personal aja ya. Disini saya mau cerita bagaimana "keasyikan" pindah rumah (lagi). Well, ini adalah kepindahan kedua saya, artinya inshaAllah akan jadi rumah ketiga.

Berbeda dengan rumah pertama dan kedua yang kami beli, di rumah ketiga ini  kami bersepakat untuk kontrak saja karena kondisi tabungan tidak menungkinkan wehehe. Excited juga mengingat ini adalah pengalaman pertama kami sejak menikah untuk tinggal di rumah kontrakan, jadi kontraktor kita.

Rumah pertama kami di Sidoarjo alhamdulillah sudah terjual, dan rumah kedua di Surabaya sementara masih digunakan karena kami masih sering wara-wiri ke Surabaya, juga saat ada keluarga yang akan ke Surabaya, masih bisa disinggahi. Terakhir minggu lalu juga masih kesana, jadi barang-barang yang ada juga tidak mungkin kami pindahkan ke Kediri. Terutama untuk barang-barang pendukung yang harus ada seperti sofa, meja, kursi, lemari, kompor, kasur, kulkas, juga wifi, hampir semuanya masih disana hehehe.

Kondisi rumah kontrakan di Kediri seperti kebanyakan rumah kontrakan adalah kosong, jadi kami harus membeli lagi beberapa barang yang kami perlukan, dimulai dari yang paling diperlukan yaitu kasur, kompor dan kulkas, selebihnya kami pikir tidak terlalu penting jadi bisa ditunda kapan-kapan.

Saya sih super excited karena jujur ini pengalaman pertama saya perabot rumah tangga, mungikin suami sebaliknya wahaha. Hampir semua perabot dirumah adalah bawaan dari suami yang dia beli dari jaman kosan sebelum nikah. Nah mungkin semangat ini yang membuat saya jadi kepingin beli perabot yang sedikit berbeda hihihi, maaf ya pak suami.

mupeng @ hartono elektronik surabaya

Kali ini saya mulai dari pemilihan kompor, dirumah sudah ada kompor merk Quantum, nah supaya berbeda saya coba alternatif kompor lain, cita-cita sih punya kompor tanam. Jalan-jalan ke Hartono memang bikin seger dimata, tapi kembali lagi soal budget. Penting banget untuk mengalokasikan budget supaya kondisi keuangan tetap stabil ya, karena kestabilan ekonomi akan berdampak pada keharmonisan keluarga, katanya sih gitu hehehe

pegang-pengan @ hartono elektronik surabaya
Seneng banget lihat-lihat kompor tanam tapi kok mihil-mihil ya. Harga kompor tanam bervariasi, yang cakep-cakep sih kisaran diatas 2 jutaan dan up up. Ah tapi over budget sih, walaupun sudah memasang wajah melas keputusan pak suami tetap tidak tergoyahkan, 1 kata, "berlebihan",,, baiklah, akhirnya dengan berat hati geser-geser ke display kompor biasa. Dilihat dan dicermati satu-satu, eh ternyata ada juga yang modelnya cakep, ala-ala kopor tanam tapi harganya bersahabat. Yey, kalau ini inshaAllah di-acc sama pak suami.

Pak suami yang tidak excited liat kompor mahal hahaha
Ternyata pak suami gercep ke display kompor biasa hehehe

Akhirnya kami membawa pulang kompor Winn Gas model W-888 semi tanam, dimana bisa ditanam, tidak-pun tidak masalah tetep cakep kok. Harga yang didapat waktu itu lupa sih tepatnya berapa, tapi masih under 800 ribuan, asiik. Sejauh ini tidak ada masalah dalam pemakaian, alhamdulillah. Paling suka model ini karena mudah dibersihkan dan terlihat selalu bersih hehehe.

Pegawai Hartono Elektronik Surabaya yang melayani kami, terima kasih


Yey, alhamdulillah bisa masak-masak dirumah

Next saya akah tulis "keasyikan" kami berburu kulkas hemat energi . So stay tune ya ibu-ibu hehehe