Akhir bulan Nopember ini adalah jadwal wisuda saya di Bandung. Ehmm,,,
lain kali saya tulis deh, cerita perjuangannya panjaaaang pake banget
hehehe. Nah, awalnya bapak dan ibu ingin ikut, tapi mengingat kondisi
ibu yang kurang sehat saya memaksa agar orangtua tidak ikut, agak ga
enak juga sih, tapi wisuda S2 ini, dulu kan sudah pernah S1, jadi saya
pikir cukup saya dan suami saja yang berangkat demi kemaslahatan
bersama.
dialog bapak dan anak Saya: Pun, bapak ibu mboten usah nderek teng Bandung, mesakne ibuk mangke mek oleh kesel tok. Mangke jalan-jalan celak mriki mawon, pokok-e refresing. Nek teng Bandung mboten refreshing wong mek wisuda Bapak: yo wis terserah samean
-end of discussion-
Sebagai gantinya saya janjikan jalan-jalan yang sifatnya lebih merefresh alias refreshing yang ga pake capek banget, ga macet dan pastinya seru dan menyenangkan.
Pilihannya jatuh pada liburan ke villa, yang dingin macam dipuncak, yang wajib ada privat poolnya dan pastinya nyaman.. hmm. Oke.. saya mulai search villa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Surabaya. Pilihannya Malang, Batu, Trawas, Tretes. Tapi karena bapak sudah wanti-wanti tidak mau macet-macetan akhirnya pilihan Malan, Batu dsk saya coret dari daftar.
Pencarian dimulai dengan bantuan mbak google, tipikal milenial, ya kaan... coba di traveloka ga muncul, coba airbnb akhirnya ketemulah 1 villa yang sepertinya bagus, lucu karena warnanya kuning tapi gagal book karena pembayaran menggunakan CC, fyi, saya sudah talak tiga sama CC, tapi agennya masih sering nawarin euy. Tapi karena udah sreg semacam jatuh cinta pada pandang pertama akhirnya saya coba aplikasi lain, ketemukah aplikasi booking.com dimana disini cuma book dan pembayaran bisa langsung ke pemilik properti saat sudah stay disana. Harga?? sama, oke langsung book
villa cemara tiga
Villa yang bikin saya jatuh cinta pada pandang pertama ini namanya adalah Villa Cemara Tiga. Lokasi ini di Prigen Jawa Timur, tidak terlalu jauh bahkan sangat terjangkau dari kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar 2 jam saja.
Tibalah hari H stay di Villa Cemara Tiga, setelah mencari lokasi dengan berbekal google maps dan berakhir dengan bertanya ke penduduk sekitar sampailah kami dilokasi. Alhamdulillaaah. Kadang emang suka gitu ya si maps nya google tapi namanya juga gratisan ya, ada error-errornya.
Villa Cemara Tiga ini mempunyai luas sekitar 1500m2, dalah satu area villa hanya ada satu rumah utama dengan satu rumah penjaga yang terpisah dari rumah utama. illa ini terdiri dari 3 kamar. Masing-masing kamar mempunyai 4 bed (kapasitas 4 orang), kecuali kamar depan hanya mempunyai 1 bed (double) dilengkapi dengan extrabed yang bisa digunakan untuk 2 orang. Sehingga total kapasitas villa ini adalah untuk 12 orang dewasa.
kamar depan
kamar tengah dg 4 bed
kamar belakang
Dibangun pada tahun 1950an saat ini Villa Cemara Tiga dimiliki oleh generasi kedua. Info ini berdasarkan keterangan dari Pak Satip sang penjaga villa yang ramah dan menjaga villa ini dengan baik. Buktinya kondisi villa bersih dan terawat, mulai dari rumput yang menggiurkan untuk dibuat "gulung-gulung", bunga-bunga, pohon-pohon, dan tak ketinggalan kebersihan didalam rumah, super bersih, nyaris tanpa debu, sampai sepupu saya terkagum-kagum dengan kebersihan villa. Aah seandainya rumah saya sebersih ini, kapan yaaa,,
Fasilitas kolam renang pribadi pada villa ini adalah salah satu yang membuat saya jatuh cinta. Kolam yang terbagi menjadi 2 area berenang yakni untuk berenang anak dan dewasa ini cukup menambah suasana meriah di villa. Kolam anak mempunyai kedalaman kurang dari paha orang dewasa, sedang kolam dewasa mempunyai kedalaman sekitar 160cm-an. Kira-kira ya, karena saat saya masuk kolam dengan kaki jinjit, tinggi badan 157 cm, air kolam pas di ujung hidung saya.
Untuk rate sewa villa ini saya pikir masih wajar jika dilihat dari harga villa sekitarnya dan sejenisnya, CMIIW
Permalam via booking(dot)com saya mendapat harga sewa villa cemara tiga ini adalah Rp2.250.000,- tapi mungkin bisa mendapat harga yang lebih bagus jika langsung menawar ke pemilik, kalau perlu kontaknya sila email saya.
Lokasi gampang gampang susah dicari, saya mengikuti petunjuk maps google dg dibantu bertanya ke 2 orang bapak-baoak dipinggir jalan. Alhamdulillah bisa ditemukan juga. Tapi maaf banget saya mah orangnya suka bingung kalau ditanya arah. Problem emak-emak sih kayaknya ini hehe
Masih penasaran kondisi villa, situasi dan kolam renang villa cemara tiga ini. Sila klik video/ vlog lengkapnya dichannel youtube saya, jangan lupa subscribe ya
Cara booking
Untuk booking villa cemara tiga dapat menggunakan beberapa channel:
1. Air BnB
2. Booking.com
3. Telepon villa cemara tiga di nomer 0343-881165 (Bapak Satip)
Sementara sekian dulu review villa kali ini, semoga bermanfaat dan
membantu yang sedang galau mencari villa di tretes trawas dsk.
Minggu lalu saya dapat pesan wa dari seorang teman sekolah yang sudah lama tidak bertemu tapi kami bisa kontak karena ada grup wasap sekolah, ah grup ini berguna banget untuk sambung silaturahim, terlepas dari "keramaian" yang ada hehehe.
Pesan yang saya dapat sangat mengejutkan. Pesan singkat yang menyebutkan bahwa teman saya ini sudah meninggalkan apa yang menjadi kegalauannya selama ini. Sontak saya merinding, apakah ini maksutnya dia sudah resign dari tempat dia bekerja?
Seperti kita ketahui ada beberapa alasan seseorang memutuskan untuk resign. Bisa jadi karena lingkungan kerja tidak kondusif, punya bos nyebelin, teman-teman kantor yang kepo, tingkat stress tinggi , kantornya menjelang bangkrut, gaji tidak sebanding dengan beban kerja atau karena Allah. Alasan terakhir adalah alasan yang dipilih teman saya ini, masyaAllah.
Alhamdulillah teman saya mau menceritakan perjalanannya menuju resign dari salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia bahkan setelah
resign. Berikut cerita lengkap kisah nyata dari seorang teman yang inshaAllah hidupnya diberkahi oleh Allah.
Syarat mutasi berubah, alhamdulillah lebih memudahkan,
tapi kemarin semua sudah diurusin jadi ga kepake huhuhu
Ada yang belum punya e-KTP? Pasti banyak ya, asiiiiik saya banyak temennya hehehe.. Sudah beberapa kali ditanyakan ke yang berwenang tapi belum ada kejelasan. Rekam data sudah dilakukan bareng dengan suami. E-KTP suami saya sudah jadi sementara punya saya entah kecantol dimana,, almost 3 years huhuhu atau lebih ya. Sementara e-KTP belum ada kejelasan saya harus gercep alias gerak cepat perpanjang SIM yang akan habis masa laku berbarengan dengan berakhirnya masa laku KTP.
Sudah tahu kan kalau periode masa berlaku Surat ijin Mengemudi (SIM) adalah 5 tahun, dan sebelum
masa laku SIM berakhir maka si pemilik harus melakukan proses perpanjangan SIM
jika masih ingin mengemudi dijalanan sesuai peraturan yang
berlaku. Berdasarkan surat pembaruan dari Kakorlantas Polri bernomor
ST/2652/XII/2015 dinyatakan bahwa mulai 1 Januari 2016, perpanjangan SIM
dapat dilaksanakan
sebelum habis masa berlakunya dengan tenggang waktu 14 hari sebelum
tanggal habis masa berlaku. Setelahnya,, pasti hangus lah, jadi harus buat SIM dari awal sesuai persyaratan pembuatan SIM baru. Kalau saya sih males ya, secara naik motor juga masih igul-igul dan ga fasih pakai motor manual. Tapi sebetulnya tidak usah khawatir karena untuk ujian praktek SIM motor disediakan 2 jenis motor yakni manual dan matic. Aman lah ya yang biasa pake matic, bisa langsung was wus,, siut siut,, mengikuti track yang disediakan tanpa menurunkan kaki, katanya sih kalau kaki sampai turun pas belok-belok gagal,, katanyaaa
Alhamdulillah ya Allah akhirnya hari ini bisa kembali
beraktifitas setelah tepar 6 hari. Iya, beneran sakit buktinya lidah rasanya
pait banget ga selera makan bahkan ga selera buat beraktifitas kecuali
gegoleran tidur-tiduran. Ternyata ini badan setelah diforsir sekian waktu,
sering lembur, kurang memperhatikan makanan, waktu istirahat apalagi olahraga
tumbang juga. Merasa bersalah sih tapi ya mau bagaimana lagi, kedepan harus
lebih perhatian sama badan sendiri.
Merasa bersalah juga karena tidak bisa menjalankan tugas
sebagai ibu rumah tangga dengan baik. Gimana mau masak, cuci piring, nyapu
rumah, beres-beres rumah sementara badan tidak berdaya, huhuhuhu. Alhasil semua
pekerjaan diatas dikerjakan oleh bapak rumah tangga sementara waktu. Thank you
Allah sudah diberikan suami yang baik banget. Tapi namanya juga pak suami punya
kewajiban mencari nafkah, ga bisa selalu nungguin yang lagi sakit, ya kaan? Akhirnya
saya ikhlaskan si bapak keluar kota sementara badan saya sudah agak enak tapi
belum enak banget sih. Paralel saya pun mencari bala nemo eh cari yang bisa
bantuin temenin dirumah, alhamdulillah adik saya yang super baik mau menemani.
Kapan ya rumah ini bisa bersih sepanjang hari,,,, well, itu pikiran saya sebagai ibu rumah tangga yang sering banget merasa rumah kok ga ada bersihnya, saya merasa gagal jadi ibu rumah tangga, hiks,, hehe lebay. Membersihkan rumah tentunya berguna untuk menjaga mood kita selama dirumah. Saya merasa bahagia dan betah dirumah kalau rumah rapi dan bersih, kamu juga pasti gitu kan? tapi kadang males juga bebersih rumah, capek hehe. Yang paling males itu mengepel rumah, tapi tetap wajib dilakukan untuk membersihkan debu/ kotoran di lantai.
Berikut ini beberapa tips mengepel rumah untuk ibu pekerja yang sok sibuk dengan cepet
Kurang lebih 2 tahun yang lalu kami membeli rumah baru tapi lama alias rumah second. Kenapa kami prefer rumah second? Karena kami mencari lokasi rumah yang dekat dengan kantor. Daerah yang masih dalam kategori itu adalah daerah yang sudah lama berkembang sehingga cenderung tidak ada perumahan baru karena sudah padat, ada sih tapi mahaal pake banget ahahha. Jika kekeuh cari rumah baru alhasil masih agak kepinggir jika disesuaikan dengan budget yang kami punya. Perlu diingat bahwa pertimbangan mencari rumah untuk setiap keluarga pasti berbeda ya.
Setahun sebelum kami dimampukan untuk membeli rumah, kami sudah mulai berkeliling mengunjungi beberapa perumahan, menghadiri pameran properti hingga mencari hunian lewat situs-situs properti. Sudah tidak terhitung berapa kilometer perjalanan yang kami tempuh berkeliling dari satu perumahan ke perumahan lain. Sudah tidak terhitung berapa banyak brosur dari pameran properti yang akhirnya hanya jadi tumpukan kertas yang lumayan bisa dilihat-lihat gambarnya. Sudah tidak terhitung pula berapa banyak kuota data yang kami habiskan untuk browsing mencari rumah via situs properti. Agak lebay ya, tapi beneran emang prosesnya lumayan lama sambil nunggu tabungan cukup, ciyuus.