Laman

Tuesday, January 15, 2019

Anti Panas Matahari, Begini Cara Menikmati Borobudur Sunrise via Manohora Resto

Satu hal yang terlintas jika akan berwisata ke Candi Borobudur yaitu terik matahari. Ih, pasti nanti kepanasan, harus siap bawa payung, topi, masker, jangan lupa pakai sunblok SPF 50+++ dan kerempongan lainnya.
Gimana kalau coba pangalaman baru? Menikmati matahari terbit dari puncak candi Borobudur sounds good yeah, yang pasti ndak kepanasan kan? siip.


magical sunrise view from Borobudur
Friday, November 30, 2018

Homestay Dieng Banjarnegara Wonosobo dan Biaya Selama Perjalanan


Dieng Homestay
Jalan-jalan ke dataran tinggi Dieng saat musing kemarau atau kata orang Jawa musim bediding begini bagi sebagian orang mungkin bukan pilihan yang tepat. Namun bagi kami, eh suami sih, ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Rencana jalan-jalan ke Dieng sudah lama tapi kami menunggu musim yang pas dingin banget dan pas juga ada berita viral tentang salju di Dieng.

Kami berangkat dari Kediri mengendarai si hitam alias si black panther isuzu kesayangan suami. Perjalanan santai kami lalui dengan baik, alhamdulillaaah.
Sebelum berwisata di Dieng saya sempatkan mampir ke rumah teman saya di Magelang, mbak Kurnia Triningsih, teman sepenanggungan zaman kuliah S2 yang penuh drama itu hahaha.
Tuesday, August 21, 2018

DIY Permak Baju Polos Dengan Kombinasi Batik

Kali ini saya akan share bagaimana cara mempercantik baju polos supaya lebih menarik atau supaya terkesan baru. Bisa juga disebut membuat baju dengan kombinasi batik yang ternyata cukup mudah loh. Dengan catatan baju atau blouse nya sudah ada atau sudah jadi hehehe. Curang ya? kalau begitu bukan bikin dari awal ya? iya memang bukan. Saya sengaja mengkreasikan baju yang sudah lama saya beli namun tidak terpakai dan tidak menutup kemungkinan untuk kreasikan baju lama juga.

Baju yang sudah lama saya beli ini belum saya pakai karena waktu pemakaian pertama sempat dikomen sama suami tentang warna baju yang katanya mirip seragam dokter operasi. Memang baju yang saya beli warna nya hijau, dan saat beli betul-betul tidak terpikir kalau mirip warna seragam dokter itu. Err,, Iya suami saya memang kadang suka gitu dan bener lagi, sebel kan? Suami teman-teman gimana? *nyari temen hahhaha

Baju polos kombinasi batik
Setelah sekian lama ide untuk permak atau edit baju ini hanya ada di kepala akhirnya kemarin terealisasi juga.

Alat dan Bahan

Monday, August 20, 2018

Bingung Beli Kulkas 2 Pintu, Pilih Yang Hemat Listrik Saja

Bagaimana cara memilih kulkas yang baik? tentunya pertanyaan ini bisa dijawab dengan beragam jawaban karena kebutuhan masing-masing keluarga akan berbeda dalam penentuan spesifikasi kulkas yang diidamkan atau ideal. Seperti saya misalnya, saya memilih kulkas sesuai dengan kriteria yang saya tetapkan sendiri yakni bebas bunga es dan wajib hemat litrik, kalau bisa yang terhemat.

Kenapa harus bebas bunga es? karena kulkas yang saat ini kami miliki saat ini adalah kulkas 1 pintu yang berbunga es / tidak memiliki fitur defrost sehingga perlu dibersihkan secara berkala. Tentunya ini menyita waktu dan tidak efektif, karena terkadang ada satu masa dimana bunga es sudah banyak dan malas membersihkan sehingga freezer malah tidak bisa digunakan bahkan tidak bisa dibuka hehehe. Kulkas satu pintu yang masih kami gunakan ini adalah pintu toshiba glacio.

Kenapa harus hemat listrik? karena tarif dasar listrik (TDL) semakin lama semakin naik, tidak ada istilah TDL turun, betul ndak? Sebagai ibu cerdas nan hemmat maka pilihan perangkat yang hemat listrik adalah wajib, termasuk dalam pemilihan kulkas. Sebagaimana kita tahu bahwa kulkas adalah satu-satunya perangkat didalam rumah yang selalu dalam kondisi ON atau nyala selama 24 jam setiap harinya alias ga ada liburnya. Kebayang dong kalau listrik kulkas besar maka jebol-lah pertahanan keuangan keluarga hehehehe

Electrolux ETB2600MG
Friday, July 27, 2018

Oleh-Oleh Papua dan Raja Ampat yang Dibeli di Kota Sorong


Assalamualaikum,
Akhirnya nulis lagi ya, setelah posting sebelumnya banyak membahas beberapa destinasi di Raja Ampat, kali ini saya mau menuliskan tentang oleh-oleh khas Papua tau Raja Ampat. Cekidot

Roti Abon Khas Papua

Ada beberapa pilihan merk Roti abon yang bsa dibeli sebagai oleh-oleh Papua. Namun yang kami beli kali ini adalah roti abon dari Billy Bakery. Oleh-oleh ini bias dibeli di toko Billy Bakery langsung di kota Sorong atau di bandara Sorong. Kata pak driver kami roti ini dibuat di Sorongm sedang saingan Billy Bakery dalam hal roti abon katanya dibuat di Manokwari, jauh juga ya, ada proses distribusi jadinya hehe
Sunday, April 29, 2018

Tiba di Piaynemo Raja Ampat Setelah Cuaca Buruk

Piaynemo Raja Ampat, tempat pose mainstrem haha

Hari Terakhir di Raja Ampat, Cuaca buruk, Arborek, Puncak Piaynemo, Yenbuba

Piaynemo mungkin menjadi destinasi andalan Raja Ampat. Foto-foto netizen disini banyak berseliweran di socmed. Trip singkat ke Raja Ampat maksimal dua malam biasanya disempatkan kesini walaupun tidak ke sampai ke Wayag. Pengalaman hari kedua di Wayag membuat kami sedikit ragu dan khawatir akan hari ini. Setelah perjalanan hari kedua ke puncak Wayag malam harinya mulai terasa pegal-pegal seluruh tubuh, alhasil salonpas habis saya tempelkan di kaki dan paha, ditambah lagi oles-oles hot in cream. Asli njarem kabeh to the max hehehe

Baca juga: Menaklukkan puncak Wajag, klimaks perjalanan selama di Raja Ampat, destinasi terbaik

Sudah dipastikan bahwa track ke Piaynemo akan sangat bersahabat. Kami hanya perlu naik ke puncak bukit dengan anak tangga yang tersedia, no climbing. Alhamdulillaaaah. Konon ceritanya tangga ini dibangun karena akan ada kunjungan dari bapak presiden. Jadi, kalau mau di Wayag ada tangga semacam disini artinya presiden harus terlebih dulu kesana hehehe.

Boat mati mesin lama

Perjalanan dari resort ditempuh dalam waktu 2 jam, seharusnya. Nyatanya ditengah jalan speedboat kami mengalami mati mesin sehingga memakan waktu lebih lama dalam perjalanan. Selain itu cuaca juga hujan dan mendung. Hampir 1 jam perbaikan mesin ditengah laut akhirnya menumbangkan beberapa teman, mabuk laut. 5 dari 17 orang berhasil rilis alias muntah, selebihnya menahan mabuk laut, karena goyangan gelombang air laut saat mesin boat mati lebih yahut dalam mengocok perut. Akhirnya kami menepi, mencari pulau atau atol terdekat supaya gelombang lebih tenang. Saya yang dari sepanjang jalan merem akhirnya membuka mata disini dan lagi-lagi pemandangan indah tersaji. MasyaAllah, air bening membuatku bisa melihat dengan jelas ikan-ikan karang-karang disekitar boat kami berhenti, menurunkan jangkar, memperbaiki mesin boat, dan beberapa lama kemudian kami berlayar lagi.
Pemandangan saat kami menepi, menurunkan jangkar untuk memperbaiki boat, yg biru-biru kecil itu ikan
Perjalanan dimulai kembali menuju Piaynemo, mampir di Arborek sambil menunggu cuaca membaik, waktu itu masih mendung dan gerimis. Ya Allah saat itu memang Allah tunjukkan bahwa manusia bisa merencanakan tapi Allah yang memutuskan. Kebayang aja, udah berangkatnya pas masih grimis, cuaca mendung terus, mesin boat mati, banyak yang mabuk laut masih saja dibayang-bayangin perjalan ini tidak akan berhasil. Apakah kami akan sampai di Piaynemo sesuai dengan rencana? Hanya Allah yang tahu kala itu, kami menunggu cuaca membaik, bersabar dan berdoa.

Disini kami bertemu rombongan wisata lain, juga bertemu anak-anak Papua. Adik-adik kita yang suka sekali berfoto dengan tamu-tamu yang datang. Beberapa dari mereka memegang uang lima ribuan, namun kami lebih memilih memberi mereka jajanan snack yang kami bawa. Untuk apa uang kalau yang jual jajan tidak ada, ya kaan? Dan mereka tidak ada yang meminta uang sama sekali loh.
tim BGES di Arborek Raja Ampat, sembari nunggu cuaca membaik, poto2 dulu

bersama anak-anak Papua, kami kasih mereka coklat roka setelah berfoto hehe

Sebelum tiba di Piaynemo kami menepi disalah satu pulau kecil untuk makan siang dan sholat. Oh iya, selama trip ini semua makanan kami bawa dari resort, begitupun minuman. Hampir tidak ada penjual makanan dll dilokasi-lokasi yang kami kunjungi, setidaknya saya tidak melihatnya. Namun berbeda keadaannya di Piaynemo, sebelum masuk gerbang ada beberapa penjual makanan disini, walaupun tidak banyak.
makan siang catering

mbak Naili ga nafsu makan setelah mabuk laut wahaha, beneran ga mau makan
yang lain tetap lahap, alhamdulillah
tak lupa sholat

tak lupa pula poto2 setelah kenyang dan sholat hehe

Pendakian ke puncak Piaynemo dimulai dengan menaiki anak tangga. Ada yang bilang 200 ada yang bilang 300, ah saya juga tidak menghitungnya. Yang jelas nafas saya cukup lari-larian disini, fuh.

Alhamdulillah sampai dipuncak Piaynemo dan ternyata rame pisan euy. Ga nyangka sih kalau bakal serame ini. Balkon yang sempit menjadikan kami harus bergiliran berfoto disini. Be wise ya, karena yang lain menunggu giliran.
antri poto sembari poto-poto

victory ^^V
tim BGES poto grup, waktu tidak banyak karena banyak yang antri huhu
 
top view of Piaynemo yang rame ituh

tim BGES

Gapura Piaynemo

Mbak Naili didepan Gapura Piaynemo, sandal japitnya ga nahan ya hahaha, tapi saya suka foto ini

Asyik Snorkeling di Yenbuba

Karena sudah kesorean dan masih ada 2 tempat yang harus dikunjungi lagi kamipun bergegas menuju lokasi selanjutnya, Yenbuba dan Pasir timbul. Cuss, rombongan kami meluncur dan sampai di Yenbuba. snorkeling disini sampai lupa waktu saking excited nya karena ikannya banyaaak dan cantik-cantik masyaAllah. Karena sudah sore Pasir timbul akhirnya di skip karena air sudah pasang huhuhu. Oh iya di Yenbuba saya tidak pepotoan saking asyiknya langsung aja nyemplung, jadi foto-foto dibawah ini adalah dari kamera Rindi dan yang lain.


tim poto-poto di yenbuba Raja Ampat
tim poto-poto di yenbuba Raja Ampat
siap snorkeling dengan kacamata renang andalan

ini yang ragu-ragu mau nyemplung hihi
 
tim snorkeling di yenbuba Raja Ampat

[drone view] Yenbuba Raja Ampat

snorkeling yang lupa waktu hehe

asyique snorkeling di Yenbuba Raja Ampat
 
tim poto-poto setelah snorkeling , pak Misdi pose hehehe

aku aku hahaha
si bos, yuk ngaji

Aik, yang rela lepas all aksesoris demi foto wahaha

ikan-ikan di Yenbuba Raja Ampat
bukan ikan, ini mas Agi hehe
mba Ismi yang dituntun oleh lokal guide kami yang baik
Perjalanan kami lanjutkan ke resort untuk istirahat dan packing untuk persiapan pulang ke Jawa. Sebelumnya kami mampir di 3 tempat di Sorong untuk makan siang dan borong oleh-oleh. Semoga bisa segera ditulis juga ya hehe